Sastra Visual, Iwan Gardiawan Monolog ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’

Iwan Gardiawan tampil memikat saat melakukan monolog cerpen karya Seno Gumira Ajidarma berjudul “Dilarang  Menyanyi di Kamar Mandi”. Karya fiksi ini sendiri telah dibuat film dengan judul yang sama dengan sutradara John de Rantau.

Film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

Pentas monolog itu sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pertemuan Sastra Sompilan. Ini adalah aktivitas kajian sastra dan budaya bulanan yang diselenggarakan oleh Asdrafi dan Insaga. Pertemuan yang telah memasuiki putaran ke-12.

Pada pertemuan yang berlangsung kemarin (23/11/2021) dihadiri oleh para aktivitas perfilman, budayawan, sastrawan, dan peminat budaya lainnya. Pertemuan itu mengusung tema Sastra Visual.

Iwan Gardiawan monolog ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’

Pementasan Iwan Gardiawan, aktifis perfileman yang juga alumni Asdrafi, ini sendiri diringi arensemen musik oleh Memet Chairul Slamet. ‘Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi’ merupakan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma yang cukup terkenal.

Setelah pementasan dilakukan diskusi dengan memghadirkan pengamat budaya UGM Aprinus Salam dan dipandu oleh Mahmoed Elqadrie. Pada kesempatan itu Aprinus mensuport istilah Sastra Visual sebagai genre baru kajian sastra. Dalam kerangka akademis, menurut Aprinus, Sastra Visual disebut Ekranisasi yaitu konversi sastra ke visual dan sinema.

Aprinus Salam (kanan) dalam Diskusi Sastra Visual

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran trailler film ‘Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi’ garapan sutradara John de Rantau. (*)

Reply