Omah Budaya Pitulungan Yogyakarta Diresmikan

Dalam rangka peresmian Omah Budaya Pitulungan milik M Satriya Wibowo yang dukung oleh Institute Ki Hajar Dewantara yang dimotori ki Sigit Sugito dan Pamudji Raharja menggelar aneka macam acara.

Seperti pembacaan puisi oleh Ki Sigit Sugito dan DR Sani Saleh, pemutaran film Bumi Pati karya Boy Rifai.Musik  Peyek Clever dan Siter Ari Tejo. Juga digelar pameran tunggal dan dialog budaya  Arjuna Pemimpin Cakravatin oleh Hangno Hartono. Pameran berlangung selama 3 hari dengan memamerkan 25 karya.

Suasana Pameran di Omah Pitulungan

Menurut Hangno Hartono, melihat kondisi saat ini hampir seluruh lini kehidupan sudah dikuasai oleh para Buto yaitu kuasa kuasa non moralistik,bila kekuasaan represif dan oligarki,bila ekonomi eksploitatif dan bila pendidikan non humanisme,tereduksi menjadi sistem kerja semata,bila agama demagog dll

“Apalagi menjelang suksesi 2024 mengedepankan narasi kepemimpinan adalah penting,” tandas Hangno Hartono lebih lanjut tentang Cakravartin.

Mempertimbangkan Arjuna

Arjuna dalam referensi perwayangan dikenal sebagai raja Cakravartin artinya melingkupi cakrawala. Maksudnya seorang raja, pemimpin yang mempunyai tanggung jawab penuh dan menyeluruh, bukan dalam artian otoriter ataupun totaliter. Sebuah tanggang jawab ibaratnya seorang suami terhadap istrinya, maka kekuasaan Cakravartin disebut juga sebagai Bumipati dan Prajapati.

Hangno (kanan) Saat Pameran di Omah Pitulungan

Makna Pati adalah  sebagaimana tanggung jawab utama seorang suami terhadap istrinya yaitu melindungi,mengayomi.

Bumipati seorang pemimpin harus tahu dan  melindungi bumi dengan segala isi dan  permasalahannya. Bahkan dalam tradisi kepemimpinan klasik sampai gerak bumi pun diketahui. Nomenklatur raja-raja Jawa terkait dengan pengetahuan ini seperti Hamangkubuwana, Amangkurat, Paku Buwana, Paku Alam, Mangkunegara, dan Amurwatbumi.

Hangno Saat Diskusi Wayang

Sedangkan Praja Pati yaitu Praja adalah Rakyat. Artinya seorang pemimpin harus bertangung jawab terhadap segala macam permasalahan dan keluh kesahnya masyarakat. Sebagaimana kredonya HB IX dan HB X tahta untuk rakyat dan bercermin di kalbu rakyat.

Dua karakter kepemimpinan Arjuna inilah yang perlu dikedepankan kembali sebagai karakter seorang pemimpin untuk kemakmuran dan kejayaan bangsa,karena maju mundurnya suatu bangsa dan negara sangat tergantung oleh karakter kepemimpinan.

Suasana Pameran Wayang di Omah Pitulungan

Dalam lintasan sejarah pemimpin atau raja yang eksplisit menyematkan nama gelarnya dengan Cakravartin adalah Sultan Agung Hanyokrokusuma dan Sultan Agung Hanyakrawati. Cokrokusuma dan Cakrawati adalah nama lain Cakravartin.

Reply