Candi Pawon dan Brojonalan

Catatan Hangno Hartono

Nama Candi Pawon ini cukup unik dan menjadi pertanyaan,kenapa di sebut “pawon” (dapur), biasanya nama candi di ambil dr nama desa d mana candi tsb berada atau di temukan.mis candi mendut di ds mendut, candi borobudur di ds borobudur,candi plaosan d ds plaosan dst.tetapi candi pawon jg terletak di desa brojonalan kenapa tdk disebut candi brojonalan.

Candi Pawon

Nama brojonalan kelihatanya lebih tepat untuk nama candi pawon.brajanalan berasal dari braja dan anala.braja=petir,sinar,api dan anala = badan,tubuh.jadi brajanala adl tubuh yang bercahaya,atau juga tubuh yg terbakar.pembakaran tubuh menciptakan hawa panas dengan tapas atau tapa sebagai upaya pensucian diri,pensucian diri disamping dng elemen air juga bisa dng elemen api.sehingga tubuh menjadi bersinar.

Brajanala juga klo di lihat dr arsitektur sekarang bisa di temui di kraton kasultanan jogja jaitu kori (pintu) gerbang brojonala.

Memahami masa lalu bisa dng konversi masa sekarang dng tema yg serupa.

Brojonalan klo di arsitektur kraton berfungsi sbg regol (pintu utama/pintu penting) yaitu regol brojonolo yang menghubungkan bangsal siti hinggil dan bangsal Kamandungan.

Brajonala kraton kesultanan Mataram Jogyakarta

Apakah masa lampau candi pawon berfungsi sbg pintu penghubung antara candi mendut dan candi borobudur?

Dan melihat arti brojonalan bahwa yang meliwati gapura tsb sdh melakuan olah rohani tertentu sehingga tubuhnya bercahaya baru di lanjutkan ke candi utama candi borobudur.

Kelihatannya nama desa brojonalan masa lampaunya memang berfungsi sebagai gerbang perjalanan rohani dari vihara mendut ke punden berundak borobudur. (*)

Reply